Alarm Kebakaran di Gedung-Gedung UEA Akan di Integrasi

Alarm Kebakaran di Gedung-Gedung UEA Akan di Integrasi

Visi uni emirat arab (uea) artinya menjadi keliru satu negara teraman pada global pada tahun 2021. Buat mewujudkan itu, uea berencana menciptakan alarm recieving center (arc), perusahaan kenamaan injazat data systems pun digandeng untuk merealisasikan sentra penerimaan alarm kebakaran terintegrasi tersebut.

Baca juga : Kamera Pengawas Bersuara Berada di Sudut-sudut Jalan Kota Singkawang

Kerja sama antara kementerian pada negeri uea yg diwakili markas pertahanan sipil beserta injazat data systems ialah membentuk serta meluncurkan hassantuk sebuah sistem pemantauan, peringatan serta kontrol cerdas yg bisa menghubungkan seluruh bangunan perumahan, komersial dan vila pada uea. Sistem otomatis dan terintegrasi terbesar ini dicpitakan buat mempercepat respon darurat serta perbaikan sistem bangunan demi memastikan keamanan publik.

Nantinya sistem ini akan menghubungkan bangunan dan fasilitas di semua negeri ke arc, yang memungkinkan masyarakat uea untuk meminta pengiriman tim tanggap darurat asal pertahanan sipil uea saat kebakaran dan peristiwa lain yg mengancam jiwa. “hassantuk akan menghubungkan lebih dari 150.000 bangunan serta fasilitas yg terdapat sepanjang ketika buat memastikan taraf pemeliharaan serta keamanan bangunan tertinggi dan melindungi kehidupan serta properti. Proyek ini akan mencapai seluruh vila di masa depan, “ujar komandan pertahanan sipil kementerian dalam negeri, mayor jenderal jasim al marzouqi.

Baca juga : Berkat CCTV , Operasi Zebra Lodaya 2017 Kota Bandung Sukses!

Dia menambahkan, proyek ini akan sangat bermanfaat bagi pemilik bangunan buat mengamankan sekaligus mengurangi biaya premi kebakaran. Sebab itu, pemasangan detektor asap pada setiap bangunan yang terdapat akan diwajibkan di tahun 2018. “kami akan meminta semua pemilik vila memasang detektor asap pada tempat tinggal mereka serta kebutuhan mereka untuk dihubungkan ke panel yang bisa memberi peringatan di petugas pemadam kebakaran. Seluruh tempat tinggal di uae wajib mempunyai detektor asap pada tahun 2018.”

Salah satu fitur unik dari sistem ini adalah kemampuan buat mengidentifikasi jenis darurat serta lokasi sebenarnya terjadi suatu peristiwa yang mengancam jiwa. Ceo injazat data systems, khaled al melhi mengira jika sistem ini akan membantu mengurangi waktu tanggap darurat yg umumnya mencapai rata-homogen kurang lebih 13 mnt. “pertahanan sipil akan sepenuhnya menyadari adanya kebakaran atau keselamatan pada keadaan darurat pada ketika kurang berasal 120 detik yg memungkinkan donasi yg tepat segera dikirim.”

By | 2018-02-07T21:27:43+00:00 November 9th, 2017|Artikel|0 Comments