Bandara Gatwick Kembali Dibuka dengan Penambahan Sistem Anti Drone

Bandara Gatwick Kembali Dibuka dengan Penambahan Sistem Anti Drone

Bandara Gatwick Kembali Dibuka dengan Penambahan Sistem Anti Drone – Bandara Gatwick dibuka kembali setelah gangguan selama 36 stick yang disebabkan oleh kemunculan beberapa ramble di sekitar bandara tersibuk kedua di Inggris itu. Walaupun ramble penyebab masalah dan pilotnya sudah ditemukan dan ditangkap, bandara kini sudah buka kembali dengan penambahan sistem hostile to ramble untuk mengantisipasi ancaman berikutnya.

Menurut Asosiasi Pilot Penerbangan Inggris, pemasangan perangkat pendeteksi dan pelacak tersebut sudah dilakukan pada sekitar edge bandara Gatwick. Harapannya, jika ada kemunculan ramble kembali, maka akan langsung terdeteksi dan bandara akan langsung ditutup.

“Kami sudah bekerjasama dengan para mitra, seperti dari kalangan pemerintahan dan militer untuk memberi kepercayaan bahwa kami harus membukan kembali landasan terbang dan memastikan keamanan seluruh penumpang, yang menjadi prioritas utama. Kami juga terus berupaya menginformasikan para penumpang yang terpaksa batal terbang pada saat gangguan ramble terjadi,” individualized structure seorang sumber bandara Gatwick.

Sementara itu, Asisten Kepala Kepolisian Sussex, Steve Barry mengungkapkan rasa leganya saat bandara Gatwick kembali dibuka. “Sekarang ada banyak pilihan bagi kami untuk mendeteksi dan mengurangi ancaman dari done liar sehingga memberi kami rasa percaya diri untuk membuat setiap orang aman,” ungkapnya.

Menurut Barry, situasi tersebut terbilang cukup menantang. “Meskipun begitu, kami telah didukung oleh berbagai pihak seperti Kepolisian Surey dan Kepolisian Metropolitan serta dari kalangan militer. Saya tak bisa memberi garansi bahwa ramble tak akan muncul dan mengganggu aktivitas bandara, namun kini situasi menjadi lebih positif dan landasan pacu sudah dibuka kembali. Kami berharap akan tetap seperti itu,” paparnya.

Ia melanjutkan, pihaknya sudah bekerjasama dengan Gatwick Airport Limited dan Civil Aviation Authority dan telah berkonsultasi dengan pemerintah sebagai langkah agar orang-orang tetap aman. “Intinya kami terus melakukan investigasi atas gangguan ramble beberapa waktu lalu karena ini merupakan ancaman serius bagi keselamatan penerbangan,” pungkasnya.

By | 2018-12-27T14:06:49+00:00 December 27th, 2018|Artikel|0 Comments