FLIR Luncurkan Proyek Perlindungan Perburuan Badak di Kenya

FLIR Luncurkan Proyek Perlindungan Perburuan Badak di Kenya

FLIR Luncurkan Proyek Perlindungan Perburuan Badak di Kenya – FLIR Systems belum lama ini meluncurkan proyek bernama Kifaru Rising. Proyek ini merupakan sebuah kolaborasi antara FLIR dengan organisasi PBB, WWF, yang akan menempatkan teknologi pencitraan termal FLIR di 10 taman nasional dan cagar alam Kenya untuk membantu petugas dalam menghentikan perburuan badak liar.

Program Kifaru Rising sendiri sudah menelan biaya US $3 juta untuk penyediaan teknologi termal dari FLIR, bantuan teknis dan juga pelatihan bagi para petugas hutan dengan tujuan menghilangkan perburuan badak di Kenya pada 2021 mendatang.

Di perjanjian ini, FLIR dan WWF juga berkomitmen menggunakan teknologi pencitraan termal untuk melindungi populasi hewan lainnya, ekosistem dan komunitas lokal yang terdampak dari perburuan badak di Kenya. Dalam bahasa Kiswahili, Kifaru adalah sebutan awam untuk badak.

Kifaru Rising diharapkan menjadi program yang dapat menunjang usaha konservasi dalam meningkatkan populasi badak hitam yang makin langka keberadaannya. Diperkirakan saat ini jumlah badak hitam hanya berkisar 5.400 ekor. Sedangkan badak putih di Kenya sudah punah setelah seekor pejantan terakhir mati pada 2017.

WWF sendiri pertama kali memasang kamera termal FLIR di Taman Nasional Maasai Mara, Kenya, pada 2016 lalu. Pasalnya, para pemburu cula badak seringkali beraksi pada malam hari. Namun teknologi FLIR memberi hasil yang cukup dramatis. Pasalnya sejak saat itu para petugas telah berhasil menangkap 160 pemburu cula badak di taman nasional tersebut.

10 taman nasional yang akan dipasangi kamera berteknologi termal dari FLIR adalah Lake Nakuru National Park, Solio Game Reserve, Meru National Park, Ol Pejeta Conservancy, Ruma National Park, Nairobi National Park, Ol Jogi Wildlife Conservancy, Maasai Mara National Reserve, Tsavo East dan Tsavo West National Parks.

Tak hanya itu, agar program ini berjalan lebih efektif dalam melindungi badak hitam dari perburuan, FLIR dan WWF berencana mengajak pihak lain yang dapat menyediakan teknologi pendukung untuk berpatroli di zone yang sangat luas. Teknologi dan alat tambahan tersebut bisa berupa ramble, baterai dan board surya.

“Kolaborasi kami dengan WWF untuk program Kifaru Rising ini memperluas pemakaian teknologi FLIR untuk tujuan suaka margasatwa di lokasi manapun di dunia ini, sekaligus merepresentasikan langkah penting dalam melindungi hewan yang terancam punah,” customized organization Presiden and CEO FLIR Systems, Jim Cannon.

By | 2019-01-16T10:07:47+00:00 January 16th, 2019|Artikel|0 Comments