Malaysia Meluncurkan ID Digital Nasional Berbasis Biometrik

Malaysia Meluncurkan ID Digital Nasional Berbasis Biometrik Karena ia tidak ingin ketinggalan di Singapura dan Thailand, Malaysia akhirnya mulai meluncurkan platform identifikasi biometrik digital nasional yang disebut National Digital ID yang memungkinkan 32 juta orang untuk melakukan transaksi online dengan aman dan lancar.

Layanan baru ini diluncurkan oleh Kementerian Komunikasi dan Multimedia (KKMM) untuk meningkatkan proses dan transaksi digital secara lebih aman, menghilangkan token pembayaran, memperkenalkan tanda tangan digital ke organisasi dan warga negara bebas dari keharusan memasukkan nama mereka. Nama pengguna dan kata sandi.

Menurut Menteri Komunikasi dan Multimedia, Gobind Singh Deo, partainya akan mengembangkan kemitraan strategis dengan pemerintah, para pemimpin bisnis dan akademisi untuk memastikan bahwa proyek berjalan dengan lancar dan efektif. “Kami berharap koordinasi dengan para pemangku kepentingan akan menghasilkan mekanisme yang lebih baik untuk implementasi identifikasi digital nasional di Malaysia,” kata Gobind.

Pertama, studi sembilan bulan akan dilakukan untuk memahami bagaimana kerangka kerja terpadu dapat dilakukan. Studi ini dijadwalkan akan dimulai pada September 2019 dan setelah itu, rekomendasi tentang implementasi dan cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan warga akan diberikan.

Meskipun ini dimaksudkan untuk mengurangi pencurian identitas dan penipuan melalui otentikasi pengguna, identitas biometrik tidak wajib untuk semua warga negara Malaysia. Sistem identitas baru tidak akan menggantikan kartu identitas saat ini yang dikenal sebagai MyKad.

By | 2019-09-02T09:40:38+07:00 September 2nd, 2019|Artikel|Comments Off on Malaysia Meluncurkan ID Digital Nasional Berbasis Biometrik