Menerapkan Security Culture dalam Bekerja

Menerapkan Security Culture dalam Bekerja

Menerapkan Security Culture dalam Bekerja – Mengedepankan budaya aman atau security culture di sebuah perusahaan memang tidak mudah. Pola bekerja seperti itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Organisasi perusahaan play on words tentu telah berusaha membentuk suatu program untuk membangun security culture. Pertanyaan terbesarnya adalah apakah security culture dapat diukur dengan metode khusus? Organisasi perlu mengetahui efektif atau tidaknya program yang telah mereka bangun.

Anggarajati Haribhawana, seorang data security chief di salah satu perusahaan multinasional menjelaskan bahwa security culture dapat diukur melalui survei. “Ada beberapa indikator untuk mengukur security culture di sebuah perusahaan,” individualized structure Angga, sapaan akrabnya. Ia kemudian melanjutkan bahwa untuk mengukur security culture, organisasi perlu menyamakan persepsi tingkat budaya keamanan informasi di masyarakat.

Terkait dengan indikator pengukuran, Angga mengatakan setidaknya ada tiga yang biasanya dijadikan tolok ukur bila ingin mengukur security culture dari sisi pemerintahan. Tiga indikator itu adalah:

Execution. Penerapan keamanan informasi dalam pelayanan publik.

Information/mindfulness, yaitu pemahaman masyarakat terhadap keamanan informasi seperti apakah seluruh staf di lembaga pemerintahan telah waspada terhadap ancaman pencurian customized organization sandi web managing an account pada koneksi WiFi.

Teknologi, yaitu penggunaan perangkat standar keamanan TI seperti perlindungan enkripsi WPA2 ataupun CCTV publik yang tidak dapat diakses secara ilegal.

Sedangkan dari sisi perusahaan, Angga melihat bahwa ada lima indikator untuk mengukur security culture. Indikator tersebut adalah dukungan top administration, security approach, security mindfulness, hazard, consistence and evaluation dan terakhir adalah review secara periodik. “Laporan untuk mengetahui hasil dari security culture harus diketahui oleh top administration,” imbuh Angga. Namun demikian, tidak semua top administration tahu terhadap keamanan. “Khususnya seperti security basic fix,” customized organization Angga.

Adapun divisi yang mengukur tolak ukur security culture, Angga menjelaskan bahwa ini semua dapat berbeda di antara organisasi dengan yang lain. “Mengenai divisi, dalam money related ventures biasanya evaluation diserahkan pada pihak ketiga koordinasi melalui divisi Keamanan TI yang berkolaborasi dengan divisi Tata Kelola TI,” ujar Angga, “Di perusahaan multinasional, appraisal untuk security culture dilakukan oleh tim Keamanan TI.”

By | 2018-12-28T14:11:58+07:00 December 28th, 2018|Artikel|0 Comments