Optimalkan Tertib Berlalulintas, Surabaya Pasang CCTV Pengeras Suara

Optimalkan Tertib Berlalulintas, Surabaya Pasang CCTV Pengeras Suara

Optimalkan Tertib Berlalulintas, Surabaya Pasang CCTV Pengeras Suara – Selain dilengkapi teknologi untuk e-tilang dan pengenalan wajah, CCTV di Kota Surabaya akan dioptimakan dengan pengeras suara atau CCTV voice. Langkah tersebut dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya agar para pengendara lebih tertib berlalulintas.

Dikatakan oleh Kepala Dishub Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat, seluruh CCTV itu akan langsung terhubung dengan ruang kendali Surabaya Intelligent Transport System (SITS). Menurutnya, pemasangan CCTV voice tersebut sebenarnya sudah dilakukan sejak 2013 untuk simpang-simpang yang padat atau rawan pelanggaran.

Saat itu, CCTV berpengeras suara di persimpangan jalan dinilai kurang efektif, sehingga pihaknya kemudian merubah pola tersebut menjadi e-tilang. Hasilnya, selama dua tahun terakhir angka pelanggar lalu lintas di simpang jalan relatif menurun sekitar 70 persen. “Karena kita pasang kamera e-tilang di simpang-simpang jalan, pelanggaran garis stop sudah menurun drastis, begitu juga pelanggaran lampu merah,” customized organization Irvan.

Ia mengungkapkan, dengan menerapkan pola e-tilang di 23 titik lokasi, kalau dahulu masyarakat taat lalu lintas jika ada petugas, namun mentality tersebut telah berubah. Kini para pengendara sudah semakin sadar akan pentingnya taat berlalu lintas. Walaupun begitu, beberapa titik lokasi dinilai masih banyak pengendara yang melanggar lalu lintas. Seperti lokasi trotoar yang biasa digunakan pengendara parkir, kendaraan ‘ngetem’, hingga melawan arus.

“Karena itu penerapan CCTV dengan pelantang suara akan kembali diterapkan tahun 2019. Nantinya CCTV berteknologi suara akan kita pasang di tempat-tempat yang dinilai rawan pelanggar rambu-rambu larangan parkir,” ujar Irvan.

Tak hanya itu, dia juga berkata pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan jajaran kepolisian, ada beberapa titik CCTV yang menjadi atensi untuk dilakukan penambahan pengeras suara. Seperti, tempat-tempat yang biasa digunakan kendaraan parkir di trotoar atau rambu larangan, depan Cito, depan Royal Plaza, depan RSI, depan Tunjungan Plaza, depan Surabaya Plaza hingga di Jalan Genteng Besar. “Tahun ini kita rencanakan 25 titik untuk kamera dipergunakan untuk pengenalan wajah, e-tilang, kemudian sekaligus juga pengeras suara,” tuturnya.

By | 2019-03-08T09:49:32+07:00 March 8th, 2019|Artikel|0 Comments