Pangkalan Angkatan Udara AS Memperpanjang Lisensi Anti-Drone dari Dedrone

Pangkalan Angkatan Udara AS Memperpanjang Lisensi Anti-Drone dari Dedrone Pangkalan Angkatan Udara Amerika, F.E. Warren, pasti akan memperluas penggunaan sistem deteksi dan pelacakan pesawat tak berawak kecil (sUAS) Dedrone, DroneTracker. Dari hasil pengujian selama setahun terakhir yang dilakukan oleh Unit Inovasi Pertahanan (DIU) di enam fasilitas Departemen Pertahanan (DoD), dirasakan bahwa sistem yang dikembangkan oleh Dedrone dapat diandalkan untuk melindungi keamanan di pangkalan.

Berdasarkan pengumuman yang dibuat oleh Pangkalan Angkatan Udara F. Warren Warren, perpanjangan lisensi solusi Dedrone perlu dilakukan untuk melengkapi keamanan yang ada, terutama untuk mengantisipasi serangan sUAS atau drone kecil yang perkembangannya semakin sering digunakan untuk memata-matai serangan.

“Tanpa sistem ini, pangkalan tidak akan memiliki kemampuan untuk mendeteksi SUAS secara andal. DroneTracker adalah satu-satunya sistem yang menyediakan deteksi RF pasif dan peringatan langsung kepada pihak yang tepat. Hilangnya kemampuan deteksi ini akan berdampak buruk pada kemampuan kami untuk mengalahkan sUAS yang kemungkinan musuh. ”

Solusi DroneTracker dari Dedrone adalah platform teknologi lengkap yang mengumpulkan dan mengagregasi data sas dan menampilkannya secara real-time. DroneTracker mendeteksi, mengklasifikasikan, dan melacak SU, dan dapat dikonfigurasi untuk secara otomatis memicu peringatan dan serangan balik ketika SUAS atau ancaman drone ditemukan.

VP Operasional Federal Dedrone, Phil Pitsky, mengatakan keamanan modern membutuhkan pendekatan berlapis untuk menyeimbangkan teknologi pesawat tak berawak. “Aktivitas drone di instalasi militer adalah ancaman. Teknologi deteksi drone adalah alat penting bagi semua instalasi militer untuk memungkinkan Pasukan Keamanan menilai aktivitas wilayah udara dan mengembangkan prosedur standar untuk merespons secara tepat serangan drone yang tidak sah,” kata Pitsky.

Saat ini, solusi Dedrone digunakan di berbagai belahan dunia, seperti militer dan koalisi AS, fasilitas pemasyarakatan, bandara, perusahaan utilitas, dan organisasi publik dan swasta lainnya. Perusahaan ini juga telah berpartisipasi dalam beberapa acara prototyping dan pengujian yang disponsori pemerintah, termasuk DoD’s Black Dart, DiDex Group Asymmetric Warfare, DHS TACTIC, USMC’s ANTX, US Air Force FCE, dan USSOCOM’s ThunderDrone.

By | 2019-09-04T11:03:52+07:00 September 4th, 2019|Artikel|Comments Off on Pangkalan Angkatan Udara AS Memperpanjang Lisensi Anti-Drone dari Dedrone