Penerapan Pengenal Wajah di Lingkungan Sekolah Wilayah Victoria Dinilai Berisiko

Penerapan Pengenal Wajah di Lingkungan Sekolah Wilayah Victoria Dinilai Berisiko

Penerapan Pengenal Wajah di Lingkungan Sekolah Wilayah Victoria Dinilai Berisiko – Menteri Pendidikan Victoria James Merlino mengkritik langkah Pemerintahan Federal Australia yang ingin menerapkan teknologi pengenal wajah di lingkungan sekolah.

Dia mengungkapkan Departemen Pendidikan segera menciptakan aturan baru setelah mendapat hasil dari peninjauan yang menemukan bahwa penggunaan dan penyimpanan information biometrik menimbulkan risiko.

Ditegaskannya, sekolah umum di negara bagian Victoria di Australia akan memerlukan persetujuan dari orang tua, siswa, dan Departemen Pendidikan untuk menggunakan teknologi pengenalan wajah.

“Saya tetap khawatir tentang upaya apa play on words dari inisiatif ini. Fakta bahwa Scott Morrison mendukung sistem gaya Big Brother di kelas kami tidak mengubah itu. Master withering baik ditempatkan untuk mencatat kehadiran siswa, bukan robot,” tegas Merlino.

Menurutnya, persetujuan untuk menggunakan pengenalan wajah harus eksplisit dan diinformasikan, serta Departemen Pendidikan hanya akan memberikan restu untuk penyebaran apa play on words setelah sekolah telah melakukan penilaian privasi yang ketat.

Kini sejumlah pilot venture untuk penggunaan teknologi tersebut telah dibatalkan. LoopLearn, startup asal Melbourne merupakan perusahaan yang menjalankan proyek uji coba tersebut. Menanggapi kritikan, Co-originator LoopLearn Zoe Milne sangat menyayangkan situasi ini.

Menurutnya, risiko terkait masalah privasi sangat minim. Karena, gambar siswa segera dihapus setelah dicocokkan. Selain itu, dia juga mengklaim perusahaan telah mengikuti panduan departemen untuk sekolah.

“Setelah melalui compositions ini beberapa kali, kami belum menemukan orangtua yang merasa tidak nyaman dengan LoopLearn setelah kami menjelaskan perlindungan dan privasi sistem, dan manfaat signifikan yang diberikan teknologi kami untuk memastikan anak-anak mereka aman,” sanggah Milne.

By | 2019-02-18T09:47:35+07:00 February 18th, 2019|Artikel|0 Comments