Penyebab Pemkot Surabaya Urung Menerapkan Tilang CCTV

Penyebab Pemkot Surabaya Urung Menerapkan Tilang CCTV

Para pelanggar lalu lintas yg tertangkap kamera cctv pada surabaya belum jua diberi hukuman oleh aparat setempat. Mereka beralasan, keputusan pemberlakuan hukuman tilang cctv menunggu peraturan baku dari Polri.

Baca juga : Bandara Haneda Sekarang Dipasangi Alat Autentifikasi Wajah

Hal tersebut dibenarkan oleh ketua bidang kemudian lintas dinas perhubungan kota surabaya, robben rico. Menurut beliau pihaknya beserta polrestabes surabaya dan tim pakar waktu ini tengah menggodok draft aturan teknis buat tilang dengan cctv tadi.

Diketahui, dishub kota surabaya sudah memasang 3 kamera tilang cctv di 3 ruas jalan di surabaya, yakni di jalan kertajaya, jalan depan kebun binatang surabaya (kbs), dan jalan di depan masjid al-falah. Rencananya, dishub akan mememasang satu kemera tilang lagi pada jalan ahmad yani.

Sejak oktober 2017, dishub serta polrestabes surabaya sudah mengaktifkan kamera tilang cctv. Bagi pengguna jalan yang melanggar kemudian lintas, polrestabes surabaya mengirim surat pemberitahuan pelanggaran dan mengirimkannya ke alamat tempat tinggal sesuai alamat angka kendaraan tadi

Baca juga : Arteco, ZKAccess & Hanwha Techwin Akan Bekerjasama

Robben mengatakan dengan diterapkannya kamera tilang cctv, nomor pelanggaran lalu lintas di surabaya menjadi turun. “turun sampai 62-80 persen,” katanya. Beliau menyatakan kebijakan yg diambil dishub serta polrestabes surabaya mendapat dukungan dari rakyat.

Sistem kamera tilang cctv terintegrasi memakai surabaya intelligent transport system (sits). Sits artinya sistem yang bisa memonitor pelanggaran lalu lintas berbasis teknologi info. ‎kamera itu mampu merekam serta menangkap nomor tunggangan menggunakan resolusi tinggi.

By | 2018-02-07T21:27:55+00:00 November 6th, 2017|Artikel|0 Comments