Persoalan E-Tilang Pemprov DKI Tunggu Integrasi CCTV Dengan Polisi

Persoalan E-Tilang Pemprov DKI Tunggu Integrasi CCTV Dengan Polisi

Persoalan E-Tilang Pemprov DKI Tunggu Integrasi CCTV Dengan Polisi Penerapan hukuman tilang pelanggar lalu lintas via kamera CCTV E-Tilang di DKI Jakarta tinggal menunggu waktu saja. Pasalnya Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah infrastruktur, salah satu yang sedang dibangun adalah pelican crossing di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Andri Yansyah, menjelaskan pemberian sanksi tilang bagi para pelanggar lalu lintas melalui pantauan kamera CCTV masih menjadi kewenangan Polda Metro Jaya. Saat ini pihaknya sedang konsisten menunggu realisasi dari kepolisian yang berharap segera mengintegrasikan CCTV dengan data kendaraan.

Baca Juga:

Wujudkan Smart City, Kuningan Butuh Setidaknya 40 CCTV

“Kepolisian menginformasikan dan berharap segera mengintegrasikan, tetapi hingga saat ini belum juga. namun kita terus berupaya menambah infrastruktur pendukungnya,” ujar Andri. Di samping itu,saat ini Dishub DKI sudah memasang 14 unit kamera CCTV di persimpangan jalan yang dikelola oleh unit pengelola metode pengendalian lalu lintas (SPLL). Tiga di antaranya memiliki pengerassuara yang dapat menegur secara langsung pelanggar lalu lintas.

Sementara dalam waktu dekat ini, Andri berjanji akan ada tambahan dua kamera CCTV lengkap dengan pengeras suara yang akan dipasang di pelican crossing atau traffic light bagi pengendara kendaraan dan pejalan kaki dikawasan Bundaran HI yang rencananya terbangun sebelum dibongkarnya jembatan penyeberangan orang (JPO) Bundaran HI.

Baca Juga:

Sambut Asian Games 2018, Kabupaten Tangerang Tambah CCTV

Kedepannya, Andri ingi supaya kamera CCTV dengan pengeras suara di pelican crossing dapat membantu pihak kepolisian secara langsung menerapkan sanks tilang bagi para pelanggar lalu lintas. “Nanti di pelican crossing bundaran HI akan kita tempatkan petugas. Di luar negeri hampir setiap crosing yang punya aktivitas lalu lintas yang amat tinggi harus diberikan crossing. disamping memberikan kesetaraan terhadap kaum difabel, seharusnya  ada tombol bagi pengeras suara. Kami akan pasang secara bertahap, diprioritaskan di jalan protokol,” pungkasnya.

By | 2018-08-15T16:34:22+00:00 August 15th, 2018|Artikel|0 Comments