Taiwan Luncurkan Drone Untuk Mengawasi Perbatasan dengan China

Taiwan Luncurkan Drone Untuk Mengawasi Perbatasan dengan China

Taiwan Luncurkan Drone Untuk Mengawasi Perbatasan dengan China – Angkatan Laut Taiwan memamerkan pesawat pengintai jarak jauh nirawak (ramble) terbaru pada Kamis, 24 Januari 2018. Hal ini dilakukan untuk melawan latihan militer China yang makin intens dalam kurun waktu terakhir.

China sendiri masih memandang Taiwan merupakan bagian dari wilayah negara dan masih berharap suatu saat dapat bergabung kembali. Kedua belah pihak diketahui berpisah sejak 1949 setelah perang saudara yang berkepanjangan.

Bahkan, Beijing sendiri tak akan ragu menggunakan kekuatan militer penuh jika suatu saat Taipei mengumumkan kemerdekaannya. Atau di lain kasus, adanya intervensi dari pihak asing, seperti Amerika Serikat yang selama ini menjadi sekutu Taiwan.

Atas permasalahan yang cukup rumit ini, akhirnya Angkatan Laut Taiwan memperkenalkan ramble pengawasan jarak jauh bernama Rui Yuan atau Sharp Hawk. Automaton ini dapat mengudara selama 12 jam dan membantu militer dalam memonitor pergerakan di selat antara Taiwan dan China.

“Automaton ini adalah bagian yang tak terpisahkan dari strategi pertahanan kami. Perangkat ini merupakan pilihan utama bagi militer kami dalam mengawasi aktivitas China di selat,” individualized organization juru bicara Kementerian Pertahanan Taiwan, Chen Chung-chi, seperti dilansir AFP.

Automaton Rui Yuan dianggap lebih efektif dan tak menelan biaya operasional lebih besar dari pada pengoperasian pesawat fly tempur. Apalagi, pilot pesawat stream harus kembali ke pangkalan dalam waktu 2 jam, sedangkan ramble dapat bertahan di udara hingga 12 jam.

By | 2019-02-07T14:36:22+07:00 February 7th, 2019|Artikel|0 Comments