TransJakarta Berniat Pasang CCTV untuk Menilang Penerobos Jalur Busway

TransJakarta Berniat Pasang CCTV untuk Menilang Penerobos Jalur Busway

TransJakarta Berniat Pasang CCTV untuk Menilang Penerobos Jalur Busway – Beberapa upaya yang dilakukan PT TransJakarta bersama pemerintah daerah dan pihak kepolisian untuk mensterilkan lajur transport TransJakarta dari kendaraan lainnya tampaknya belum sesuai dengan harapan. Mulai dari menurunkan petugas untuk menutup pagar penutup di jalur busway hingga denda yang mencapai Rp 1 juta untuk pelanggar, tidak menurunkan jumlah pelanggar yang masuk ke jalur yang seharusnya hanya khsusus untuk transport TransJakarta ini.

Kali ini, PT TransJakarta mulai mengkaji untuk memasang sejumlah CCTV untuk menerapkan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law requirement (ETLE) di jalur khusus transport TransJakarta atau busway. Hal ini, menurut Direktur Operasional PT Transjakarta, Daud Joseph, sistem ETLE yang telah diuji coba kepolisian telah berhasil mengurangi pelanggaran lalu lintas. Dengan adanya kamera CCTV nantinya juga diharapkan dapat mengurangi penerobos di jalur busway sehingga mempelancar transport TransJakarta mengantarkan penumpangnya ke tujuan dengan cepat.

“Kami sedang menjajaki untuk penggunaan sistem kamera ETLE untuk membuat steril jalur busway. Apabila sistem ini memang bisa diterapkan dan dimungkinkan akan kami anggarkan ini. Namun, saat ini kami sedang melakukan studi lebih dalam lagi untuk memastikan manfaat dari CCTV nantinya,” ujar Daud, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (18/2).

Selain itu, sistem tilang ini juga diharapkan mengubah budaya pengendara dalam berlalu lintas menjadi lebih tertib. Daud menyampaikan, kajian yang dilakukan PT Transjakarta saat ini fokus soal biaya yang dibutuhkan untuk pengadaan kamera CCTV ETLE tersebut.

Dia menyebutkan, kalau masalah anggaran ini memang harus perhitungkan masak-masak. Jangan sampai nanti ibarat membunuh nyamuk menggunakan meriam. “Memang mati nyamuknya, tapi kan biaya yang dikeluarkan untuk membunuh nyamuk itu besar sekali. Nah, ini yang sedang kami pejari lebih dulu, berapa sih sebetulnya biayanya,” tandasnya.

Rencananya, TransJakarta bakal meletakkan dua kamera intai di setiap satu halte. Tujuannya sebagai bentuk pengawasan pelanggaran lalu lintas termasuk penerobos di jalur busway. “Satu halte akan ada satu kamera yang mengarah ke halte TransJakarta yang sekarang jumlahnya 255. Berarti all out yang akan dipasang 510 titik di 13 koridor,”ungkap Joseph.

Mengenai mekanisme pengawasan, nantinya informasi yang ditangkap dari kamera CCTV akan dikirim ke Dirlantas Polda Metro Jaya. Lalu, polisi akan melihat nomor pelat kendaraan yang menerobos jalur busway, lalu menindaknya. Tindakan yang dilakukan berupa pengiriman surat tilang kepada pelanggar, bila dalam waktu lima hari setelah pemanggilan tidak bayar tilang maka SIM akan diblokir.

By | 2019-02-21T10:50:12+07:00 February 21st, 2019|Artikel|0 Comments