Kamera CCTV dapat dibajak Hacker

Kamera CCTV dapat dibajak Hacker

Kamera CCTV (Closed-Circuit TV) seharusnya membuat penggunanya lebih aman. Namun, beberapa malware telah berhasil mengubah kamera CCTV menjadi senjata utama.

Beberapa periset dari Incapsula menemukan kode yang mengubah kamera CCTV di mall, perkantoran, tempat tinggal serta tempat umum menjadi botnet atau robot komputer.

Setelah botnet “dibajak”, kamera itu menjadi mata-mata yang dikendalikan oleh hacker tersebut. Sejauh ini, kurang lebih ada sejumlah minimal 900 kamera CCTV berbasis Linux yang dikenal sebagai botnet.

Kinerjanya adalah untuk membantu hacker mencuri dan mengumpulkan pengetahuan pengguna. Selain itu, pengetahuan didistribusikan ke layanan awan berkapasitas besar atau yang disebut dengan Cloud, yang dimiliki oleh peretas.

Dalam kasus ini, untuk beberapa kamera CCTV yang sistem keamanannya berukuran lemah, pengetahuan pengguna mungkin diretas oleh lebih dari satu hacker.

Diketahui, ada banyak ukuran kamera CCTV yang terhubung di mana-mana pada seluruh dunia. Beberapa di antaranya belum dimasukkan sistem keamanan bersertifikasi.

Akibatnya, malware dan sejenis botnet lainnya telah disisipkan. Untuk itu langkah selanjutnya, pihak dari vendor CCTV harus mematikan perangkat dengan keamanan tambahan. Atau minimal mendidik pengguna mengenai cara untuk mengamankan diri dari potensi hacking.

Jika tidak, kemungkinan hacking akan bertambah besar. Ironisnya, hacking benar-benar terjadi melalui alat yang disebut-sebut sebagai pengamat ini (CCTV)

By | 2017-08-29T11:16:19+00:00 August 29th, 2017|Artikel|0 Comments