NAB dan Microsoft Berkolaborasi Membuat Konsep ATM Biometrik – National Australia Bank (NAB) dan Microsoft melakukan kolaborasi untuk merancang konsep percobaan Automatic Teller Machine (ATM) menggunakan tekologi cloud dan man-made brainpower (AI). Aplikasi berbasis cloud ini dikembangkan menggunakan Azure Cognitive Services yang memungkinkan klien untuk menarik uang tunai dari ATM menggunakan teknologi pengenalan wajah dan PIN.
Saat ini konsep percobaan ATM telah dihadirkan di gelaran Sibos 2018 di Sydney, Australia, di mana 8.000 inovator layanan keuangan lainnya juga turut mengekplorasi bagaimana information, AI dan robotika mendorong inovasi layanan dan pembaruan display bisnis untuk perusahaan jasa keuangan di seluruh dunia.
Overseeing Director Microsoft Australia, Steven Worrall, mengatakan Cloud figuring dan AI menghadirkan peluang bagi generasi baru layanan keuangan yang aman dan efisien untuk dikembangkan dan dikerahkan dengan cepat dalam skala besar. Salah satunya adalah konsep ATM yang saat ini dikembangkan oleh Microsoft bersama NAB untuk memenuhi perubahan kebutuhan pelanggan.
“Inovasi yang kami kerjakan ini memberikan gambaran penting tentang masa depan. Kami percaya AI akan sangat mempengaruhi layanan keuangan dan berbagai solusi bank yang dapat diberikan di masa depan,” ujar Worrall.
ATM bertenaga AI ini menggunakan pendekatan cloud-drove untuk sistem informasi. Sistem ATM tidak menyimpan gambar, hanya information biometrik dan information disimpan dengan aman di stage cloud Microsoft dan akan dihapus setelah percobaan. Menurut Worrall, Informasi yang tersimpan hanya akan digunakan untuk tujuan mengautentikasi pelanggan dan tanpa tujuan lain.
Konsep ini sendiri dikembangkan sekitar dua bulan oleh tim kecil dari lab inovasi in-house NAB, NAB Labs dan divisi teknologi. Namun demikian, sebelumnya konsep serupa juga ditawarkan oleh NEC yang mengembangkan konsep ATM dengan pengenalan wajah untuk mengesahkan transaksi bank di ATM. Begitu juga dengan Mastercard memperkenalkan transaksi ATM tanpa kartu tetapi menggunakan biometrik perangkat seluler.