Pemerintah Jepang Meminta Kasino Terapkan Pengenalan Wajah untuk Batasi Pecandu Judi – Pemerintahan Jepang berencana untuk meminta pacuan kuda dan tempat judi atau kasino mempertimbangkan penggunaan sistem pengenalan wajah untuk membatasi penerimaan pecandu judi di tempat tersebut.
Adopsi sistem pengenalan wajah adalah bagian dari rencana dasar untuk memerangi kecanduan judi yang dirancang pemerintah dalam menghadapi dibukanya kasino di negara tersebut. Maret lalu pemerintah mengungkapkan sedang mempertimbangkan penerapan teknologi identifikasi biometrik untuk memverifikasi identitas penduduk setempat yang memasuki resor kasino.
Setelah konsultasi publik, pemerintah berencana untuk mengadopsi rencananya bulan depan. Rencananya akan ditinjau setiap tiga tahun dan akan mencakup trek balap, ruang pachinko, balap sepeda dan speedboat. Pembatasan penerimaan pecandu judi berdasarkan permintaan anggota keluarga akan diberlakukan untuk kamar pachinko selama tahun fiskal 2019.
Selain rencana tersebut, kementerian kesejahteraan akan mendirikan kantor konsultasi untuk pecandu judi di semua prefektur dan kota-kota besar yang ditunjuk di sekitar tahun fiskal 2020. Di tahun itu juga kementerian akan melakukan survei pada masalah yang melibatkan kecanduan judi, termasuk banyak hutang, kemiskinan, pelecehan, bunuh diri dan kejahataan.
Perlu diketahui, tahun lalu Asosiasi Balap Jepang memperkenalkan teknologi biometrik urat nadi tanpa kontak di kios tanpa uang tunai yang dikembangkan bersama oleh Fujitsu Limited dan Fujitsu Frontech Limited untuk memungkinkan pelanggan secara aman memasang taruhan tanpa uang tunai dan mengautentikasi identitas mereka untuk mengumpulkan kemenangan.