Penumpang Stasiun Kereta Beijing Akan Pindai Wajah dan Tangan

China saat ini dinilai sedang gencar mengembangkan teknologi pengawasan untuk memperkuat keamanan dalam negri melalui teknologi biometrik dari berbagai sektor. Baru-baru ini, Pemerintah Kota Beijing, China tengah mengembangkan teknologi bernama Bio-Recognition Technology. Teknologi tersebut akan mempercepat arus penumpang yang ingin menerapkan kereta bawah tanah.

Baca Juga: Cegah Menyontek, Aljazair Pasang Kamera CCTV dan Blokir Internet

Teknologi pemindaian itu akan memindai telapak tangan dan kamera pengenalan wajah kepada para penumpang kereta bawah tanah. Kamera CCTV yang dilengkapi fitur pengenalan wajah akan beroperasi memindai wajah saat orang-orang melewati pintu karcis.

“Metode baru tersebut bakal diterapkan di kereta bawah tanah Beijing pada tahun ini,” ujar Kepala Pengembangan Beijing Subway, Zhang Huabing. Dia menambahkan, calon penumpang hanya melalui di pintu karcis sehingga tidak membuat kemacetan. Di lain sisi, pemindai telapak tangan akan bekerja saat tangan calon penumpang bergeser melalui pintu putar karcis.

Baca Juga: Pantau Venue Asian Games, INASGOC Pasang 90 CCTV di Bekasi

Sebagai inforrmasi, sistem pindai telapak tangan sebelumnya sudah diterapkan di kereta bawah tanah atau Subway Shanghai. Gambar yang terekam akan menjadi database hanya dalam hitungan detik. Sementara itu Beijing saat ini mempunyai 22 jalur kereta perkotaan. Rata-rata, 10 juta masyarakat menggunakan kereta bawah tanah jalur kota pada hari kerja.

Tetapi, kecanggihan teknologi itu menimbulkan kekhawatiran dan pendapat kontra dari segelintir klarifikasi masyarakat yang mementingkan hak privasi. Mereka khawatir teknologi tersebut akan mengganggu hak asasi manusia lantaran bisa digunakan untuk memata-matai warga yang sering kali berseberangan dengan pemerintah China.