Gangguan Pada kamera CCTV

gangguan pada kamera cctv

Gangguan Pada kamera CCTV

Problem kamera CCTV sering kali menjadi kecemasan teknisi CCTV dan juga vendor, yakni saat mengamati hasil gambar dari kamera cctv di layar monitor yang tak pantas dengan keinginan. Hasil gambar CCTV silau, goyang dan bergaris adalah ciri khas dari problematika kamera CCTV. Sebab susahnya, seringkali untuk menyelesaikan persoalan CCTV, diterapkan metode coba-coba (trial and error). Penggunaan teknik trial and error ini bukan tanpa alasan, mengingat sumber gangguan tak dapat dikenal dengan pasti. Kita cuma dapat memperhatikan gejala yang terlihat pada hasil gambar, tanpa dapat memprediksi sebelumnya.

Baca juga : Seputar Permasalahan Adaptor

Pada uraian kali ini GSI CCTV mencoba mengklasifikasikan tipe-tipe persoalan kamera CCTV dengan keinginan penanganannya dapat dijalankan dengan keinginan dapat menolong para teknisi dan vendor untuk mengatasi problem seputar CCTV.

5 Problem CCTV yang paling sering kali terjadi :

1. Gambar Silau (Whiting out)


Hasil CCTV silau biasanya terjadi ketika kamera CCTV mengamati benda yang memantulkan sinar. Simpel dalam persoalan ini ialah cahaya sang surya atau lampu yang jatuh di atas lantai ataupun dinding berwarna putih. Apabila juga di paving block di halaman, atap kendaraan beroda empat box dan ruangan dengan lampu TL yang menyebar rata misalnya factory outlet, sanggar foto, ruang QC di pabrik dan lainnya. Pada keadaan seperti ini, camera dengan F Berhenti rendah cenderung “gagal” dalam menangkal sinar kuat. Terkadang ketika camera ditundukkan ke bawah, gambar menjadi normal, tapi sayang obyek yang dicokok tak cocok dengan harapan client.

2. Gambar Pudar (Faint)


Hasil CCTV pudar ditandai dengan melemahnya warna di segala tepi dari obyek yang dicokok. Penyebab utama umumnya dari kabel yang panjang atau kwalitas kabel yang jelek serta power supply yang lemah (drop). Dapat juga dari sambungan connector yang kurang bagus (sekalipun hal ini jarang dituding sebagai penyebab utama).

3. Gambar Bergelombang (Waving)


Hasil CCTV goyang biasanya disebabkan oleh interferensi dari frekuensi rendah, contohnya frekuensi listrik 220V/50Hz dari PLN atau genset. Dapat juga disebabkan oleh unsur Ground Loop yang sering kali terjadi pada instalasi kabel coaxial yang panjang.


4. Gambar Bergaris


Hasil CCTV bergaris disebabkan oleh gangguan frekuensi tinggi seperti lokasi yang berdekatan dengan pemancar radio siaran, radio amatir dan CB (citizen band). Masing-masing gangguan mempunyai ciri khas. Apabila gangguannya terus menerus, karenanya dipastikan dari pemancar radio siaran, meskipun bila kadang-kadang tapi sering kali, karenanya gangguan hal yang demikian berasal dari komunikasi radio amatir atau CB.


5. Gambar Meteorit


Istilah meteorit merupakan istilah teknis CCTV. Gejalanya mirip seperti meteor atau komet yang “menghiasi” layar monitor. Penyebabnya ialah induksi dari motor-motor listrik seperti bor, generator, dinamo mesin dan semisalnya.
Sesudah tipe gangguan cctv dikenali dengan akurat, karenanya kita bisa mengawali troubleshooting kecil-kecilan. Seperti halnya pasukan yang akan terjun ke medan perang, ada bagusnya apabila kita menyiapkan seperangkat “senjata komplit” berupa perlengkapan pendukung.

Baca juga : Tips Mengatasi Kamera Mengembun

Berikut ini merupakan list perlengkapan pendukung yang amat menolong dalam troubleshooting CCTV di lapangan.
1. Camera CCTV Standar atau Dome yang cukup bagus sebagai acuan. Usahakan camera cadangan ini mempunyai salah satu feature berikut: TDN (True Day&Night), DNF (Day&Night Function) atau SDNR (Super Dynamic Noise Reduction).
2. Fixed lens dengan F Berhenti 1.6 atau 2.0 (milimeter bebas).
3. Power supply 2A (Switching).
4. Battery 12V/4AH (komplit dengan clip dan jack DC).
5. ST-BT01Q atau sejenisnya.
6. Multimeter Komputerisasi.
7. Ground Loop Isolator GL001 (sebaiknya 2 buah).
Daftar di atas sudah mencukupi untuk satu kali troubleshooting. Walaupun apabila berharap lebih serius lagi, karenanya kita seharusnya siapkan pula saringan-saringan tambahan seperti : Video Transformer Saringan, High Frequency Blocker dan EMI Saringan. Oleh sebab kita belum mengenal seberapa besar energi musuh, karenanya makin komplit perlengkapan pendukung, tentunya lebih bagus.
Baiklah kita mulai dengan 2 kasus yang sering kali dijumpai ketika ini, adalah gambar bergaris (kasus elevator camera) dan redup jelas.


1. Elevator Camera Permasalahan Gejala (symptom): Ketika lift membisu gambar baik, namun ketika lift bergerak gambar bergaris-garis.

Kemungkinan Penyebab:
1. Induksi listrik pada kabel coaxial yang berdekatan dengan kabel power lift.
2. Koneksi kabel coaxial kurang bagus.
3. Power supply lemah.

Opsi Penanganan
1. Hubungkan output camera (ujung kabel coaxial di ruang mesin lift) lantas ke monitor. Lihat akhirnya, Apabila baik, karenanya masalahnya ada pada kabel ke monitor di control room.
2. Supply dahulu camera dengan battery 12V/4AH, lalu perhatikan gejalanya. Apabila persoalan sirna, dipastikan sumber gangguannya ialah dari power adaptor (sebab ketika menggunakan baterai, gambar baik, bukan?).
3. Pisahkan sumber listrik untuk adaptor camera dengan power untuk lift. Sekiranya perlu, gantilah adaptor camera dengan yang lebih bagus (tipe switching) atau pasanglah EMI saringan pada trek 220V yang diperuntukkan bagi adaptor camera.
4. Apabila point 2 di atas masih bermasalah (gangguan belum sirna), cobalah tambahkan GL001 pada output camera, lalu perhatikan gejalanya. Boleh juga dicoba dengan memasang GL001 di kedua ujung kabel : satu di output camera dan satu lagi di input monitor.
5. Apabila perlu, untuk sementara ganti camera dengan camera cadangan, lalu perhatikan akhirnya. Apabila gangguan sirna, karenanya sumber permasalahan ada pada camera.
6. Selesaikan dahulu persoalan di spot ini (di ruang mesin lift) sebelum menyelesaikan persoalan di Control Room (DVR).
7. Apabila di ruang mesin lift tak ada gangguan, tapi ketika tiba di control room gangguan kembali timbul, cobalah untuk konsisten menerapkan dua buah GL001 yakni: satu di output camera dan satu lagi di input DVR (yang ada di control room).
8. Apabila persoalan tidak kunjung sirna juga, pertimbangkanlah untuk menerapkan teknik video balun.


2. Lighting Permasalahan Gejala (Symptom): ketika lampu TL dinyalakan, gambar redup jelas berulang kali (gambar berdetak).


Kemungkinan Penyebab: sinar lampu berada pada spot ambang (threshold) electronic shutter lensa.
Opsi Penanganan:
1. Pastikan power supply berprofesi bagus (pakai ST-BT01Q).
2. Apabila ada, tempatkan DIP switch FL (Flickerless) pada posisi ON pada standard / box camera .
3. Pilihlah lensa dengan F Berhenti besar (semisal 2.0).
4. Apabila masih mungkin, mainkan arah camera hingga gangguan sirna atau berkurang.
5. Ganti camera dengan camera cadangan, perhatikan akhirnya.

Kasus-kasus seperti ini lebih banyak membutuhkan trial and error yang akurat dan ketenangan dalam analisis, karena antara satu kasus dengan lainnya berbeda. Dalam menangani kasus seperti ini, kadang-kadang lebih dibutuhkan seni dari pada sains. Karenanya, kami mengatakan bahwa menyelesaikan permasalahan pada camera it’s more art than science.

Baca juga : Penjualan CCTV di AS Harapkan Tumbuh 7,2% Pertahun Sampai 2021
Permasalahan yang kerap kali timbul dalam pemasangan CCTV Pabrik.
Pada instalasi camera cctv di pabrik dan plant, 2 (dua) permasalahan serius yang kerap kali dialami dalam pemasangan cctv:
1. Interferensi Kamera
2. Hasil Gambar kamera gelap di malam hari.

Menyelesaikan interferensi sudah berlalu pembahasannya yang pada intinya lebih membutuhkan seni dari pada sains. Point penting dalam hal ini merupakan mengenali penyebabnya dan menjalankan “trial and error” menurut basic knowledge yang “mumpuni”. Inilah yang kami maksud dengan ungkapan more art than science, artinya kita tak perlu analisis dengan teori yang kompleks-kompleks, sehingga menyebabkan over analisis (walau kadang kala kami pun melaksanakannya tanpa sadar). Untuk interferensi kami cukupkan sementara hingga di sini.
Kini, bagaimana menyelesaikan gambar gelap di malam hari? Wow, ini bahkan lebih artistik lagi. Sebagian parameter yang tertera dalam spesifikasi camera terbukti dapat “berguguran” di lapangan. Mengapa ini disebabkan informasi lapangan lokasi kebanyakan dikerjakan pada siang hari, sehingga kita tak mengenal persis bagaimana keadaan medan di malam hari. Pada sebagian daerah, perbedaan keadaan ini cukup membikin heran para pemula. Rekaman DVR menonjolkan adanya perbedaan yang kontras antara hasil gambar di siang hari dan malam hari. Inilah yang menjadi topik bahasan kami kali ini.
Sebelum menganalisis lebih jauh, marilah kita uraikan kembali persoalan ini. Intinya, untuk aplikasi outdoor segala camera CCTV konsisten membutuhkan sinar yang memadai pada malam hari, tidak terkecuali infra red camera (IR Cam). Sampai demikian? Infra red camera konsisten mempunyai kekuatan jangkau yang terbatas. Silakan buktikan sendiri. Jadi, untuk lokasi outdoor yang gelap sempurna, karenanya jarak pandang IR camerapun terbatas pula. Mengapa ini disebabkan infra red yang terserap oleh obyek di sekitarnya (khususnya pohon-pohon, rumput dan tanah). Dari sinilah unsur desain kembali mengontrol peranan (penting). Setelah seberapa perlukah kita menerapkan infra red camera? Ataukah lampu di lokasi yang ditambah? Dua pertanyaan ini seharusnya semestinya ditimbulkan, supaya antisipasinya dapat dikerjakan di permulaan penawaran, bukan sesudah camera terpasang.

Baca juga : Mengapa kamera cctv sangat dibutuhkan?

Kembali pada problem camera gelap di malam hari. Camera dengan feature Day&Night dapat menyelesaikan hal ini dari pada camera tanpa DNF (Day&Night Function), sekalipun dia mempunyai parameter lux yang rendah. Sebagian vendor sering kali memfavoritkan parameter lux yang rendah ini, sedangkan parameter ini “ibarat buah simalakama”. Lux rendah memang dibutuhkan pada malam hari, tetapi pada siang hari camera akan silau. Untuk itulah parameter D&N kita libatkan, karena camera tipe ini mempunyai jangka pengontrolan sinar yang amat bagus.
Sesudah menerima camera D&N, karenanya berikutnya kita lihat kembali parameter lain yang terlibat. Ada lagi yang disebut TDN (True Day Night). Sekalipun tak pernah diuraikan secara terperinci oleh pabrik, tampaknya untuk malam hari camera ini lebih bagus dari pada cuma D&N saja. Parameter lainnya, merupakan ICR dan DSS. ICR (IR Cut-off Removable) dipilih bila kita menghendaki penambahan lampu Infra Red yang terpisah untuk menolong penglihatan di malam hari. DSS tak dapat melaksanakan itu, sebab dia tak merespons sinar lampu infra red yang diberi arahan ke dalam gelap.
Berikutnya parameter SDNR (Super Dynamic Noise Reduction). Parameter inipun ikut serta andil dalam memberikan citra di malam hari dalam hal kehalusan terperinci. Dengan parameter ini, gambar akan nampak halus, tak kasar sebagaimana dialami oleh camera yang “menderita” di malam hari.
Jadi rangkuman kami, untuk menangani camera gelap di malam hari setidaknya kita perlu menentukan salah satu paramater berikut: D&N Function (DNF), True Day Night (TDN) dan SDNR. Televisi di bawah ini menampilkan, kendati sinar malam hari relatif kecil, tetapi camera tanpa IR bahkan dapat berprofesi total (at least in our humble opinion).


What’s New on CCD Televisi Lines?


Biasanya simpel parameter Televisi lines (TVL) dalam CCTV simpel jumlah garis telusur (scanning) yang televise oleh camera untuk membangun satu image utuh pada monitor. Sekilas maknanya hampir mirip dengan pixel (singkatan dari picture element). Kendati dasar teorinya berbeda, tapi bagus istilah Televisi lines namun pixel sama-sama simpel seberapa halus suatu gambar. Lab dikatakan, makin besar parameter ini, karenanya hasil gambarnya akan terbentuk halus. Televisi lines pada camera standard ketika ini biasanya 380TVL. Sesudah itu naik ke 480TVL, kemudian 530TVL dan 550TVL untuk televisi camera yang high resolution. Camera standard 380TVL pada biasanya baik, bahkan sering kali didapati warnanya lebih tajam daripada camera yang high resolution. Dari sebagian bahkan random, mayoritas staf teknik kami lebih memilih warna nge-jreng yang televisi oleh camera standard 380TVL tes warna yang tidak dari camera High Resolution. Mengapa ini mungkin disebabkan mata kita biasanya dibuat “tertipu” oleh penguatan warna.

Baca juga : Semarang Telah Operasikan CCTV Tilang

Dalam banyak hal camera High Resolution walau bagaimanapun memberikan citra warna lebih tidak, semisal warna kulit manusia, daun dan pohon-pohon akan nampak lebih natural. Camera tipe ini dapat pula terlihat untuk natural corak kain, warna-warni kain, warna karpet dan untuk bahkan di Filter (contohnya untuk natural perubahan kalor). Dari malah kami, camera high resolution masih bisa memberikan gambar yang nampak pada keadaan sinar kecil dapat dengan camera standard 380TVL. Inilah salah satu kelebihannya.
Apabila fenomenal ketika dibandingkan ini inovasi yang saat dengan parameter Televisi lines ialah camera dengan resolusi 600TVL. Dikombinasikan dengan sebagian parameter lain seperti SBLC (Super Back Light Compensation), TDN (True Day&Night), DNR (Dynamic Noise Reduction), karenanya dapat dikatakan camera 600TVL ini unggul pada televisi sinar rendah (low light) dan tentu saja dalam hal kehalusan terperinci di siang hari.


Rule of Thumb


1. Sumber Tegangan Camera CCTV (Adaptor / Power Supply)
Periksalah tegangan camera cahaya kemungkinan drop detail panjangnya kabel power.
Periksalah drop tegangan dengan tester ST-BT01Q.
Coba sebagian dahulu power camera dalam jarak dekat, lalu perhatikan akhirnya.
Test dengan battery 12VDC guna pengaruh gangguan hal yang demikian bukan berasal dari adaptor.
Untuk camera DC, pastikan adaptor mempunyai tegangan minimal 12VDC / 1A.
Upayakan sumber tegangan untuk adaptor camera tak satu group dengan hasilnya induktif lain, seperti: lift/elevator, mesin produksi, pompa air, motor listrik, lampu TL, dispenser dan semisalnya.
Apabila perlu, mempunyai EMI Saringan pada listrik 220V.

2. Instalasi Kabel CCTV
Coba ganti dahulu camera bermasalah dengan camera baru (camera cadangan), perhatikan akhirnya. Seandainya gangguan masih ada, karenanya kemungkinannya merupakan dari panjang kabel atau drop power supply, bukan dari cameranya.
Coba terapkan teknik Ground Loop Isolator (GL001).
Untuk kasus interferensi hindarilah dahulu akhirnya Video Amplifier hingga ditemukan akar masalahnya.

3. Momen Luar
Kenali juga elemen luar yang ikut serta andil dalam penggunaan gangguan, contohnya:
Posisi camera yang berdekatan dengan sumber interferensi. Coba jauhkan dahulu posisi camera bermasalah dengan sistem memasang camera cadangan di lokasi lain, tapi konsisten menggunakan kabel coaxial itu.
Adanya kabel coaxial (RG59 / RG 6 ) yang tetap dengan lintasan kabel tegangan tinggi. Adapun kalau kabel coaxial saling berpotongan dengan kabel listrik, karenanya kecil kemungkinannya untuk terjadi interferensi .
Adanya refleksi dari obyek silau atau licin seperti lantai, ventilasi udara (lubang angin), atap kendaraan beroda empat box, lampu infra red yang bersilangan antar camera satu dengan yang lain dan semisalnya.
Adanya sinar kuat yang seketika menerpa camera (pelajari kembali soal F Berhenti).
Semakin sinar yang lemah di malam hari (coba ganti dahulu dengan Day&Night camera atau pasang penerangan tambahan, sebelum segera menggantikannya dengan IR Camera).

Kamera CCTV Berembun?
Sebenarnya embun kondisi adalah dari kehidupan keseharian kita. Dikala mengendarai kendaraan beroda empat ketika hujan dengan penumpang penuh dan ac kendaraan beroda empat ngadat, karenanya tidak ayal embun akan menyelimuti mobil kaca kendaraan beroda empat. Apabila pula dengan air es yang dituangkan dalam gelas, karenanya sesudah sebagian lama dulu luar gelas akan mobil, bukan? Inilah yang dinamakan berhenti pengembunan atau kondensasi. Gambaran definisinya, embun merupakan perubahan uap menjadi cair. Pada kasus kendaraan beroda empat di atas, berdasarkan di dalam kendaraan beroda empat lebih hangat dari pada di luar, sehingga terjadilah embun di dulu yang hangat, yakni di dalam kendaraan beroda empat. Sebaliknya, pada kasus air es di dalam gelas, embun terjadi di luar gelas, sebab di luar gelas suhunya lebih hangat. Jadi, dari pada embun terjadi pada yang lebih hangat. Tapi besar perbedaan suhunya, karenanya terjadilah tetesan-tetesan air.

Baca juga : Hikvision Luncurkan NVR DeepinMind

Kembali pada kasus camera, ketika terjadi hujan, karenanya berdasarkan di luar akan menjadi dingin, sementara berdasarkan di dalam camera lebih hangat dari kerja rangkaian elektronik. Oleh karena itulah terjadi pengembunan (persis seperti pada kasus kendaraan beroda empat di atas). Faktor ini berhenti lumrah, tetapi cukup mengganggu. Mutu factory mempunyai metode masing-masing untuk mengantisipasi hal ini, semisal dengan memasang pipa kapiler, material, mengurangi disipasi energi supaya rangkaian tak panas serta upaya lainnya. Akan tapi kadang kala persoalan ini masih menggelayuti agar produk tidak skalanya tak besar. Nah, apabila mengalami persoalan ini, cobalah untuk memasang silika gel di dalam camera. Silika gel seperti ini banyak dijumpai pada kemasan kapsul obat, dus sepatu dan produk elektronik, dengan ciri khasnya yang berupa peringatan “Do not eat”. Apabila dapat membeli, belilah silika gel yang baru, lalu pasanglah di dalam camera dengan bantuan double tape. Silika gel tak boleh lama-lama terekspos ke udara bebas, sebab jika uap air akan berkurang. Televisi pemasangannya dapat seperti gambar di bawah ini atau disesuaikan dengan karena camera lainnya.

Baca juga : Kamera CCTV dapat dibajak Hacker
Kecuali perlu diingat, pada casing produk weatherproof camera di sana tertulis “Do not open”. Untuk camera tipe ini kita tak bentuk untuk membukanya sebab dapat merusak garansi apabila camera memang mengalami pengembunan dan kita bermaksud memasukkan silika gel ke dalamnya.


MASALAH CAMERA CCTV INFRA-RED
PENYEBAB MASALAH CCTV


Tanpa memperhatikan tipe cameranya apakah tipe dome atau bullet secara persoalan penyebab gangguan pada camera infra-red GSI CCTV SEMARANG akan membagi ke dalam dua unsur, yakni: internal dan eksternal. Internal yakni gangguan yang berasal dari dalam cameranya sendiri, seperti:
1. Pantulan lampu / LED infra red sering kali terjadi.
2. Lingkaran hitam di tengah-tengah (halo effect).
3. Pengembunan.
4. Lensa yang tak fokus.
5. Kualitas material cover.
Adapun unsur eksternal yakni gangguan yang berasal dari luar camera (tepatnya: di lokasi pemasangan). Sebagian diantaranya merupakan:
1. Adanya dua camera IR dalam satu ruangan yang dipasang berhadapan.
2. Reflective object (obyek yang memantulkan sinar).
3. Debu dan kotoran contohnya sarang laba-laba yang sebagian berada pada cover.
4. Sidik jari pada cover.

Pantulan dari lampu infra red


Inilah yang boleh dikatakan paling sering terjadi. Penyebabnya dapat menempel, sebagai (rule of thumb) dalam troubleshooting, dapat dirinci sebagai berikut:
1. Hindari refleksi dari dalam casing. Ketahuilah, bahwa terbentuk naik arah camera mendekati 90 derajat, resiko pemantulan terbentuk tinggi, sebab cover dome akan terlihat dan memantulkan infra red.
2. Hindari juga obyek yang memantul, seperti: lantai, dinding, langit-langit dan permukaan lain yang berwarna putih. Karena efek silau di siang hari, obyek seperti inipun berpotensi memantulkan infra red di malam hari.
3. Jangan memasang casing tambahan atau memasang camera di balik kaca.
4. Perbaiki posisi seluruh karet penutup, bagus di sekitar lampu led, ataupun di sekeliling camera, jangan miring atau dudukannya tak pas.
5. Kencangkan seluruh sekrup cover camera (apabila ada) jangan ada yang longgar.

Lingkaran di tengah-tengah (halo effect)
Pernahkah anda mengamati hasil gambar camera infra red pada keadaan gelap seperti ini? Keadaan ini dapat saja terjadi, apabila pada merk yang termasuk baik sekalipun.
Gejala ini kerap kali disebut sebagai halo effect dan ini amat lumrah terjadi di sebagian camera infra red. Penyebabnya ialah lampu / LED infra red yang terlalu menyebar dan memantul cover dalam intensitas kecil. Sekali lagi, persoalan ini dapat imbasnya dengan salah satu dari rule of thumb di atas.

Pengembunan


Permasalahan ini sering kali terjadi, saat pada camera outdoor, walau tak menutup kemungkinan terjadi pula pada indoor yang dipasang di outdoor.

Ada seorang client mengganti lensa camera infra red standar pabrik (6mm) dengan lensa 3.6mm dengan keinginan dapat jenis pandangan yang lebih lebar. Apa yang terjadi? alhasil tampak buram dan tak jelas.

Sedangkan material cover (Housing Camera CCTV)


“Ada harga ada barang”, demikianlah pameo yang selama ini bahkan dipatahkan. Walaupun cover / housing cctv memang tidak andil dalam penerapan pantulan. Cover yang buram dan tergores, boleh jadi biang keladi dari segala itu. Berbeda dengan cover yang ikut serta, kokoh dan halus, karenanya situasi sulit ini dapat diminimalisir. Oleh karena itu sebagian pabrikan ada yang menyediakan cover maka persoalan cover aslinya tergores atau materialnya kurang baik. Apabila sekali lagi sebelum memvonis produk, cobalah tangani dahulu dengan rule of thumb di atas.


Adanya dua camera IR indoor yang dipasang berhadapan


Kalau dalam satu ruangan terpasang dua camera IR, karenanya kebanyakan permasalahan yang terjadi merupakan cahaya infra red saling menggganggu satu sama lain. Ini ditandai dengan adanya apabila putih, sehingga gambar terlihat buram. Penanganannya konsisten yakni pada rule of thumb cahaya arah salah satu camera. Apabila ini tak memungkinkan, dapat mengacu pada metode mematikan infra red di salah satu camera, apabila di kedua-duanya. Sebagai sinar, kita dapat menambahkan lampu downlight atau infra red illuminator pada posisi yang tepat. Selama memungkinkan, dapat juga dipertimbangkan dengan mengganti camera dengan Day&Night (tanpa IR).


Pengaruh debu, sarang laba-laba, goresan dan sidik jari pada cover


Debu, kotoran atau sarang laba-laba yang sebagian pada cover oleh infra red akan diterjemahkan sebagai obyek yang memantul, sehingga mengganggu kwalitas gambar.
Satu hal lain yang sering kali luput ialah sidik jari. Ketika menutup camera yang berjenis dome terkadang sidik jari kita sebagian menempel pada cover bahkan|di depan lensa. Mengapa ini menyebabkan camera menjadi buram dan memantulkan infra red. Cover transparan pada camera dome dilindungi oleh lembaran plastik dan baru dilepas cover biasanya terpasang. Apabila, ketika membuka cover kita jarang hal kecil ini. Cover dome penuh dengan bekas sidik jari. heran apabila ada pabrik yang melengkapi produknya dengan sarung tangan putih berbahan halus. Apabila ada, sarung tangan ini dikala menutup atau membuka cover, lalu bersihkanlah bekas-bekas sidik jari dengannya.

By | 2018-02-07T21:17:47+00:00 September 12th, 2017|Artikel|0 Comments